MUARA ENIM, FOBER.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan meningkatnya potensi lahan kering mendorong Polres Muara Enim memperkuat langkah pencegahan. Salah satunya dengan menggencarkan sosialisasi Maklumat Kapolda Sumatera Selatan kepada masyarakat di wilayah rawan Karhutla.

Jajaran Satuan Samapta Polres Muara Enim turun langsung ke Desa Suban Jeriji, Kecamatan Rambang Niru, untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menekan potensi munculnya titik api sejak dini. Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama dalam kondisi cuaca kering yang dapat membuat api mudah menjalar.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendry Syaputra melalui Kabag Ops Kompol Herry Widodo, didampingi Kasat Samapta AKP Lukman Hartono, menegaskan pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya mengandalkan patroli dan penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi langsung kepada warga.

“Maklumat Kapolda Sumatera Selatan ini kita sebarkan sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat merugikan banyak pihak,” ujar Kompol Herry Widodo.

Ia mengingatkan, pembakaran lahan yang awalnya dianggap kecil tetap dapat berkembang menjadi kebakaran besar. Kondisi angin, suhu panas dan vegetasi yang kering dapat menyebabkan api dengan cepat merambat ke kawasan di sekitarnya.

Karhutla juga memiliki dampak luas. Selain merusak lingkungan, kebakaran dapat menghasilkan asap yang mengganggu kesehatan, menurunkan jarak pandang pengguna jalan hingga menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Karena itu, personel Samapta mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas. Jangan menunggu api membesar. Penanganan sejak dini akan jauh lebih mudah dibandingkan ketika api sudah meluas,” tegas Herry.

Dalam sosialisasi tersebut, warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di sekitar perkebunan, semak belukar dan lahan yang mudah terbakar.

Polres Muara Enim selanjutnya terus melakukan pemetaan dan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi Karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli, sambang masyarakat, penyebaran Maklumat Kapolda serta koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan kepolisian menghadapi potensi Karhutla dengan mengedepankan pencegahan sebelum kebakaran terjadi.

Polres Muara Enim menegaskan, Maklumat Kapolda Sumatera Selatan bukan sekadar imbauan, tetapi menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Di tengah meningkatnya risiko kebakaran akibat kondisi cuaca kering, kepedulian dan kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya titik api dan mencegah Karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih luas. (Tom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *