Palembang, fober.id— Pimpinan Wilayah (PW) Perkumpulan Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma Provinsi Sumatera Selatan menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang, Palembang, Sabtu (22/8/2026).

Pengurus Pujakesuma Sumsel melakukan Doa Bersama dipusaran Makam Pahwalan (22/08/2026)

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menjadi momentum bagi keluarga besar Pujakesuma Sumsel untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan komitmen menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Upacara dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Ketua PW PKB Pujakesuma Sumsel, Hernoe Roesprijadji, S.I.P., M.H., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara, didampingi Mayor TNI Munaryo sebagai Perwira Upacara.

Rangkaian penghormatan diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan dan tabur bunga di sejumlah pusara.

Bagi Pujakesuma Sumsel, ziarah tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan itu menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali bahwa kemerdekaan Indonesia dibayar dengan pengorbanan dan perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

Hernoe mengatakan penghormatan terhadap pahlawan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti pada seremoni atau kegiatan tahunan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa pahlawannya,” kata Hernoe di sela kegiatan.

Menurut dia, nilai perjuangan para pahlawan harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, terutama semangat rela berkorban, pantang menyerah dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak terputus dari sejarah bangsa. Menurutnya, cara terbaik menghormati perjuangan para pahlawan adalah mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kemerdekaan harus diisi dengan karya nyata dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Pujakesuma Dorong Persatuan di Sumsel

Ziarah tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi antarorganisasi masyarakat dan paguyuban yang berada di Sumatera Selatan.

Sejumlah perwakilan paguyuban dan organisasi hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Paguyuban Jawa Timur, Ikatan Keluarga Besar Pati (IKBP), Padjajaran Siliwangi Nusantara, Komunitas Seniman Jati Waseso, Paguyuban Warga Ponorogo (Pawargo), Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi), Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Sumsel serta Barongsai Shuilong Sumsel.

Kehadiran berbagai kelompok tersebut mencerminkan keberagaman masyarakat Sumatera Selatan yang tetap dapat hidup berdampingan dalam semangat kebangsaan.

Hernoe menegaskan warga keturunan Jawa yang berada di Sumatera Selatan harus mampu menjaga harmoni sosial sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia mengingatkan pentingnya menghormati adat istiadat dan budaya lokal sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tegasnya.

Pesan tersebut, kata Hernoe, menjadi pengingat agar seluruh warga pendatang maupun masyarakat keturunan Jawa di Sumatera Selatan senantiasa menghormati kearifan lokal, menjaga kerukunan dan membangun daerah secara bersama-sama.

Menurutnya, semangat persatuan yang diperjuangkan para pahlawan harus terus dirawat di tengah keberagaman masyarakat.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Sumatera Selatan dan Indonesia,” katanya.

Ziarah di TMP Ksatria Ksetra Siguntang akhirnya ditutup dengan tabur bunga dan doa bersama. Dari pusara para pahlawan, keluarga besar Pujakesuma Sumsel membawa satu pesan utama: kemerdekaan bukan sekadar warisan, tetapi amanah yang harus dijaga dan diisi dengan pengabdian. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *