Musi Rawas, fober.id – Kondisi Jembatan Gantung di Dusun III, Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, kian memprihatinkan. Infrastruktur yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat menuju kawasan perkebunan itu kini berubah menjadi ancaman keselamatan akibat kerusakan yang semakin parah dan belum tersentuh perbaikan.

Pantauan di lokasi menunjukkan lantai jembatan banyak yang lapuk dan berlubang. Sebagian papan bahkan terpaksa diganti menggunakan kayu secara swadaya oleh warga agar jembatan masih dapat dilalui. Di sejumlah titik, besi penahan dan pagar pengaman hilang maupun rusak, sementara konstruksi jembatan terlihat mulai miring sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi setiap orang yang melintas.

Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk melakukan perbaikan terhadap fasilitas publik yang setiap hari digunakan masyarakat.

“Kami sangat khawatir, terutama anak-anak yang sering bermain di sekitar jembatan. Kalau dibiarkan terus seperti ini, jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah ada korban jiwa,” ujar seorang warga kepada wartawan.

Keluhan masyarakat tidak hanya berhenti pada jembatan gantung. Warga juga menyoroti kondisi Jalan Lingkar Desa Suro yang rusak berat dan telah lama menjadi keluhan tanpa kepastian kapan akan diperbaiki.

TJ (36), warga Desa Suro, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah menghambat aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas menuju lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga.

“Jalan lingkar desa sudah sangat hancur, tetapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Padahal akses ini sangat penting bagi perekonomian masyarakat,” katanya, Selasa (29/7/2026).

Menurut TJ, persoalan infrastruktur di Desa Suro seolah berjalan di tempat. Selain jembatan dan jalan, sejumlah saluran drainase juga mengalami kerusakan sehingga dinilai menghambat pembangunan desa.

Ia pun mempertanyakan perhatian pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, hingga para anggota DPRD Musi Rawas dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang berjumlah tujuh orang, termasuk salah seorang legislator yang berasal dari Desa Suro.

“Masyarakat sudah memberikan amanah melalui suara pada pemilu. Kami berharap amanah itu dibalas dengan kerja nyata. Jangan sampai setiap menjelang pemilu masyarakat hanya disuguhi janji, sementara persoalan yang paling mendasar justru tidak pernah diselesaikan,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun langsung meninjau kondisi Jembatan Gantung Dusun III, Jalan Lingkar Desa Suro, serta infrastruktur lain yang mengalami kerusakan agar tidak menimbulkan risiko keselamatan maupun menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Suro maupun Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terkait rencana perbaikan jembatan gantung dan jalan lingkar desa tersebut. Media ini akan terus berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan tanggapan atas keluhan masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *