ACEH, fober.id – Komitmen diaspora Indonesia untuk membantu masyarakat terdampak bencana kembali dibuktikan. Melalui Forum Tanah Air (FTA), komunitas diaspora Indonesia yang tersebar di 26 negara, program penyediaan air bersih diwujudkan dengan membangun lima sumur bor di sejumlah kawasan terdampak bencana di Aceh.

Program tersebut menjadi kelanjutan dari aksi kemanusiaan FTA yang sebelumnya menyalurkan bantuan pangan dan sandang bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025.

Pembangunan sumur bor dimulai sejak Juni 2026 dan tahap pertama berhasil dirampungkan pada Juli 2026. Seluruh titik pembangunan berada di lingkungan dayah (pesantren) dan permukiman warga yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih pascabencana.

Ketua Umum FTA, Tata Kesantra, yang bermukim di New York, Amerika Serikat, mengatakan kebutuhan air bersih merupakan persoalan mendesak yang kerap luput dari perhatian setelah bencana terjadi.

“Saat bencana datang, yang hilang bukan hanya rumah, tetapi juga akses terhadap air bersih. Padahal air adalah sumber kehidupan, digunakan untuk minum, memasak, mandi hingga beribadah,” ujarnya.

Menurut Tata, selama ini banyak warga dan santri harus berjalan jauh atau membeli air dengan harga mahal hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kondisi itu berdampak pada kesehatan, pendidikan hingga ekonomi keluarga. Anak-anak pesantren kesulitan berwudhu dan menjaga kebersihan, sementara para ibu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencari air,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui penggalangan dana yang dilakukan jaringan diaspora Indonesia di berbagai negara, FTA berhasil membangun lima sumur bor yang diperkirakan mampu melayani lebih dari 500 santri dan sekitar 1.000 warga di sekitar lokasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FTA Syafril Sjofyan mengatakan pembangunan sumur bor bukan hanya sebagai bantuan kemanusiaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang.

“Sumur ini diharapkan menjadi sumber air darurat apabila bencana kembali terjadi. Air bersih bukan sekadar bantuan jangka pendek, tetapi investasi bagi kesehatan dan masa depan generasi,” ujarnya.

Ia berharap kepedulian diaspora Indonesia terus berlanjut agar lebih banyak wilayah terdampak dapat memperoleh akses air bersih.

Koordinator FTA Aceh sekaligus penanggung jawab proyek, Sayid Jalal, menyebut pembangunan tahap pertama telah selesai di lima dayah yang berada di wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, masih banyak daerah lain yang membutuhkan fasilitas serupa sehingga dukungan masyarakat dan diaspora Indonesia sangat diharapkan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, di mana pun berada, untuk terus mengalirkan kebaikan, karena air adalah kehidupan,” katanya.

Dayah Sambut Positif

Program tersebut mendapat apresiasi dari para pimpinan dayah penerima manfaat, di antaranya Dayah Bustanus Sa’adah Al Munawarah di Kota Lhokseumawe, Dayah Al Madinatuddiniyah Syamsudhuha di Aceh Utara, Dayah Istiqamatuddin Daruzzahidin, Dayah Darul Ishlah Al Aziziyah, serta Dayah Raudhatul Ulum As Shamady di Kabupaten Pidie Jaya.

impinan Dayah Bustanus Sa’adah Al Munawarah, Ustadz Muhammad Yusuf, mengaku keberadaan sumur bor sangat membantu aktivitas para santri.

“Alhamdulillah, kini para santri lebih mudah memperoleh air untuk berwudhu, mandi, memasak, mencuci, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Manfaatnya juga dirasakan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Senada dengan itu, para pimpinan dayah lainnya berharap program penyediaan air bersih dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pesantren dan masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Santri dan Warga Rasakan Dampaknya

Tidak hanya pengelola dayah, para santri dan warga sekitar juga merasakan perubahan signifikan sejak sumur bor mulai beroperasi.

Mereka menilai keberadaan sumber air bersih sangat membantu aktivitas ibadah, pendidikan, hingga usaha kecil masyarakat seperti perajin tenun, pembuat kue tradisional, pedagang, nelayan, hingga petani.

Bagi para santri, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah. Sementara bagi masyarakat, ketersediaan air bersih membantu menjaga kualitas produk usaha sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Seluruh penerima manfaat turut mendoakan para donatur, pewakaf, dan keluarga besar Forum Tanah Air agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta pahala amal jariyah yang terus mengalir selama fasilitas air bersih tersebut dimanfaatkan masyarakat.

Jika berita ini akan diterbitkan di media online, saya juga dapat membuat judul SEO yang lebih kuat, meta deskripsi, serta slug URL agar lebih optimal untuk Google Discover. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *