PALEMBANG, Fober.id – Proyek pembangunan gorong-gorong di Jalan Letnan Hadin, Palembang, justru menyisakan persoalan bagi warga sekitar. Setelah pengerjaan memasuki tahap penyelesaian, kondisi badan jalan yang meninggi akibat gundukan material hasil finishing dinilai membuat akses masyarakat menjadi lebih sulit.

Alih-alih langsung memberikan kenyamanan setelah pekerjaan rampung, kondisi jalan pascapengerjaan tersebut kini dikeluhkan warga. Pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas karena terdapat perbedaan ketinggian pada badan jalan yang dinilai cukup mengganggu akses.

Pekerjaan tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan PU PDSA Kota Palembang. Namun, mengenai pihak pelaksana, spesifikasi teknis, serta standar akhir pekerjaan, masih diperlukan penjelasan resmi dari instansi terkait.

Tokoh masyarakat Jalan Letnan Hadin, Febuari Rahman, SH, mempertanyakan hasil akhir pengerjaan tersebut. Ia mengatakan masyarakat tidak mempersoalkan pembangunan gorong-gorong, selama hasil akhirnya tidak menyulitkan warga yang menggunakan jalan tersebut setiap hari.

“Pembangunan tentu kita dukung. Tetapi jangan sampai setelah proyek selesai, masyarakat justru kesulitan lewat,” kata Febuar Rahman.

Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius karena Jalan Letnan Hadin merupakan akses yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kalau pekerjaan sudah selesai, tentunya yang diharapkan masyarakat adalah jalan kembali nyaman dan aman dilalui. Jangan malah ada gundukan yang membuat kendaraan sulit melintas,” ujarnya.

Febuar meminta pihak terkait tidak hanya melihat pekerjaan dari sisi selesainya pembangunan fisik. Menurutnya, kondisi akhir di lapangan juga harus menjadi ukuran apakah pekerjaan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap pihak terkait turun langsung melihat kondisi jalan. Jangan hanya melihat laporan bahwa pekerjaan sudah selesai. Lihat juga bagaimana masyarakat sekarang menggunakan jalan tersebut,” tegasnya.

Ia juga meminta agar apabila ditemukan bagian pekerjaan yang menyebabkan akses warga terganggu, segera dilakukan evaluasi dan perbaikan.

Keluhan tersebut, kata Febuar, bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan. Warga justru berharap proyek pemerintah dapat dikerjakan dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan, kenyamanan, serta kondisi jalan sebelum dan sesudah pekerjaan.

“Kalau memang ada yang perlu diperbaiki, ya diperbaiki. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menanggung dampaknya,” katanya.

Pantauan di lokasi menjadi penting untuk memastikan apakah kondisi gundukan tersebut memang merupakan bagian final pekerjaan atau masih dalam tahap penyelesaian. Penjelasan dari pihak PU PDSA Kota Palembang maupun kontraktor pelaksana juga diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Fober.id masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari PU PDSA Kota Palembang dan pihak pelaksana pekerjaan terkait keluhan warga Jalan Letnan Hadin.

Proyek boleh selesai, tetapi bagi warga, pekerjaan baru benar-benar selesai ketika jalan kembali aman, nyaman, dan mudah diakses. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *