Palembang, fober.id – PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ampera bersama Srikandi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang mengedukasi puluhan siswa SD Negeri 87 Palembang mengenai manfaat, bahaya, dan penggunaan listrik yang aman melalui program PLN Mengajar, Selasa (21/7/2026).
Sebanyak 60 siswa mengikuti kegiatan bertema “Paham Manfaat dan Bahaya Listrik Sejak Dini” yang bertujuan menanamkan budaya keselamatan ketenagalistrikan sejak usia dini sekaligus mengenalkan layanan digital PLN Mobile.
Dalam kegiatan tersebut, Team Leader K3L UP3 Palembang, Theo Andhini Putri, menjelaskan sejarah listrik, proses pembangkitan hingga penyaluran tenaga listrik kepada pelanggan, serta potensi bahaya yang dapat timbul apabila listrik digunakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.
Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami para siswa. Mereka diajak mengenali berbagai perilaku aman, seperti tidak menyentuh stop kontak dengan tangan basah, tidak bermain di sekitar gardu listrik, serta menghindari aktivitas bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.
Tidak hanya menerima materi di dalam kelas, para siswa juga mengikuti demonstrasi sederhana mengenai penggunaan peralatan listrik. Melalui praktik tersebut, mereka diperkenalkan dengan komponen dasar kelistrikan serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukan kondisi berbahaya di sekitar instalasi maupun jaringan listrik.
Sebagai bentuk penguatan edukasi, PLN turut membagikan 60 buku kepada para siswa. Buku tersebut memuat pesan-pesan keselamatan ketenagalistrikan sehingga materi yang diterima di sekolah dapat kembali dipelajari bersama keluarga di rumah.
General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Diksi Erfani Umar, mengatakan edukasi keselamatan listrik harus ditanamkan sejak dini karena anak-anak memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan keluarga.
“Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya tanggung jawab petugas PLN, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama. Melalui PLN Mengajar, kami ingin anak-anak mengenal listrik secara utuh, mulai dari manfaatnya, cara menggunakannya dengan bijak, hingga risiko yang harus dihindari. Harapannya, mereka dapat menjadi pengingat bagi keluarga dan lingkungan sekitar untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan listrik,” ujar Diksi.
Sementara itu, Manager ULP Ampera, Fahmi Romadona, menegaskan bahwa program PLN Mengajar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya sadar keselamatan ketenagalistrikan di masyarakat.
Menurutnya, pendidikan keselamatan akan lebih efektif apabila dimulai sejak usia sekolah dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
“Anak-anak merupakan agen perubahan yang mampu menyampaikan kembali ilmu yang mereka peroleh kepada keluarga di rumah. Melalui program PLN Mengajar, kami tidak hanya mengenalkan manfaat listrik dan cara penggunaannya yang aman, tetapi juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital melalui PLN Mobile,” kata Fahmi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik karena dapat membahayakan keselamatan jiwa sekaligus mengganggu keandalan pasokan listrik.
“Jika menemukan layang-layang tersangkut di jaringan listrik, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau hubungi petugas PLN. Jangan pernah mencoba melepaskannya secara mandiri,” tegasnya.
Kepala SD Negeri 87 Palembang, Rohani, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan PLN Mengajar karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa.
Menurutnya, materi keselamatan kelistrikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga penting dikenalkan sejak usia sekolah.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang telah hadir memberikan edukasi kepada anak-anak kami. Para siswa terlihat sangat antusias karena materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan melalui praktik, kuis, serta pembagian buku yang memuat pesan keselamatan listrik. Edukasi seperti ini sangat penting agar anak-anak memahami bahwa listrik memberikan manfaat besar, namun harus digunakan secara aman dan bijak,” ujarnya.
Rohani berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga sekolah menjadi salah satu ruang strategis dalam menumbuhkan budaya sadar keselamatan ketenagalistrikan di kalangan pelajar sejak dini. (Ika)
