Atlanta, fober.id – Mimpi Inggris melangkah ke partai puncak Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan cara paling menyakitkan. Sempat unggul lebih dulu, The Three Lions justru tumbang 1-2 dari Argentina setelah kebobolan dua gol hanya dalam kurun tujuh menit menjelang laga usai, Rabu malam.

Kemenangan dramatis itu memastikan Argentina melaju ke final dan akan menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara dunia pada Minggu mendatang.

Inggris sebenarnya berada di atas angin setelah membuka keunggulan pada awal babak kedua. Berawal dari bola liar yang dikuasai Declan Rice, bola kemudian dialirkan kepada Morgan Rogers. Umpan silang akurat yang dilepaskannya berhasil diselesaikan penyerang Barcelona dengan sentuhan pertama yang tak mampu dibendung kiper Argentina.

Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan.

Saat laga memasuki menit-menit akhir, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-85, Enzo Martínez melepaskan tendangan spektakuler dari luar kotak penalti yang mengubah skor menjadi 1-1.

Petaka bagi Inggris datang di masa injury time. Lautaro Martínez yang masuk sebagai pemain pengganti sukses menyundul bola dari jarak dekat untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Menariknya, dua gol Argentina sama-sama lahir dari umpan kapten Lionel Messi yang kembali menunjukkan kelasnya sebagai motor serangan Albiceleste.

Kekalahan tersebut langsung menjadi sorotan, termasuk keputusan pelatih Inggris Thomas Tuchel melakukan sejumlah pergantian pemain pada fase akhir pertandingan.

Tuchel mengakui dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil yang mengecewakan itu.

“Segera setelah kami mencetak gol, kami justru membiarkan terlalu banyak umpan silang dan peluang bagi lawan. Kami mencoba membantu melalui pergantian pemain. Tanggung jawab sepenuhnya ada pada pelatih. Jika hasilnya buruk, tentu keputusan saya akan dipertanyakan,” kata Tuchel kepada BBC.

Ia juga menyadari kritik akan terus berdatangan usai kegagalan tersebut.

“Setelah pertandingan selalu ada jutaan pelatih yang merasa tahu keputusan terbaik. Tetapi saya yang harus mengambil keputusan di lapangan dan saya menerima seluruh tanggung jawab itu,” ujarnya.

Kapten Inggris Harry Kane tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Menurutnya, timnya tampil baik dalam sebagian besar pertandingan, namun kehilangan kendali setelah unggul.

“Kami bermain bagus di sebagian besar laga. Setelah unggul 1-0 kami hanya mencoba mempertahankan keunggulan, padahal di level seperti ini itu tidak cukup. Sangat menyakitkan kalah pada saat-saat terakhir setelah semua pengorbanan yang telah kami lakukan,” ujar Kane.

Meski gagal melangkah ke final, striker Bayern Munchen itu tetap melihat perkembangan positif timnya sepanjang turnamen.

“Kami kembali mencapai semifinal dan terus mendekati kesuksesan. Kami hanya kehilangan satu kepingan terakhir untuk bisa menuntaskan perjalanan ini,” katanya.

Kekecewaan juga datang dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang menyampaikan apresiasi kepada skuad nasional meski gagal memenuhi harapan publik.

“Sangat mengecewakan. Ini bukan hasil yang kita semua harapkan. Namun tim Inggris telah memberikan segalanya. Semangat dan energi mereka saat membela negara membuat kita semua bangga,” ujar Starmer.

Sementara itu, kemenangan atas Inggris semakin menegaskan mental juara Argentina. Dipimpin Lionel Messi yang menyumbang dua assist krusial, Albiceleste kini tinggal selangkah lagi mempertahankan supremasi sepak bola dunia saat menghadapi Spanyol di partai final Piala Dunia 2026. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *